Pembinaan Rohani Berdasarkan Kisah Para Rasul 4 : 23–31 Dalam Kelompok Sel Dan Aplikasinya Pada Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.54765/silihasuh.v3i1.134Keywords:
Pembinaan Rohani, Kitab, Kisah Para Rasul, Kelompok Sel.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pembinaan Rohani itu bisa dipakai dan diterapkan dalam Kelompok Sel. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data sekunder dilakukan dengan studi dokumentasi. Narasumber penelitian berjumlah 20 orang dengan rentang usia 29 tahun sampai dengan 65 tahun dalam Kelompok Sel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan rohani di kelompok sel telah membantu anggota untuk bertumbuh secara rohani dan menjaga stamina roh anggota. Selanjutnya, pembinaan rohani berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 4 : 23-31 dalam Kelompok Sel selanjutnya memunculkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Kisah Para Rasul 4:23-31 sangat relevan untuk diterapkan dalam kelompok sel. Melalui kesatuan dalam doa, keberanian untuk bersaksi, mengandalkan Tuhan dalam setiap tantangan, berserah sepenuhnya kepada Tuhan, saling menguatkan, dan memiliki mental pemenang, kelompok sel menjadi tempat di mana setiap anggota dapat bertumbuh dalam iman, mengalami kuasa Tuhan, dan siap diutus untuk memberitakan Firman Tuhan kepada dunia. Sementara itu, pembinaan rohani dalam kelompok sel memberikan pengaruh signifikan terhadap keimanan dan tindakan anggota. Selain mendalami Firman Tuhan, kelompok sel mendorong penerapan ajaran dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan antar sesama. Anggota diajarkan untuk mengampuni, mengasihi, dan menjaga hati, serta terbuka dalam memperbaiki hubungan yang rusak.
References
Alkitab SABDA. (2024, October 2). Ciri khas Kisah Rasul. Alkitab SABDA
Baskoro, P. K., & Arifianto, Y. A. (2021). Pentingnya komunitas sel dalam pertumbuhan gereja: Sebuah permodelan dalam Kisah Para Rasul.
Brotosudarmo, R. M. Drie S. (2020). Pembinaan warga gereja selaras dengan tantangan zaman. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Comiskey, J. (1998). Ledakan kelompok sel. Jakarta: Yayasan Media Buana Indonesia.
Divisi Pemuridan GBI Keluarga Allah. (2014). Diklat Sekolah Orientasi Melayani 1: 1.02 skema perjalanan rohani Keluarga Allah.
Divisi Pemuridan GBI Keluarga Allah. (2014). Diklat Sekolah Orientasi Melayani 3: 3.02 bertumbuh dalam firman Tuhan.
Divisi Pemuridan GBI Keluarga Allah. (2014). Diklat Sekolah Orientasi Melayani 4: 4.04 metode kelompok sel.
Limbongbua, E. (2022). Kajian teologis Kisah Para Rasul 4:32–37 kaitannya dengan perilaku hidup jemaat masa kini.
Ndiy, F. P., & Susanto. (2019). Prinsip pertumbuhan gereja mula-mula dari Kisah Para Rasul 2:1–47 dan aplikasinya bagi gereja masa kini.
Setiawan, O. T. (2000). Kelompok sel: Prinsip 12 rahasia pertumbuhan gereja. Surakarta: Departemen Media GBI Keluarga Allah.
Sutoyo, D. (2016). Allah memanggil umat-Nya untuk menjadi gereja yang tekun berdoa menurut Kisah Para Rasul 4:23–31. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 52–73.
Takaliuang, M. P. (2012). Faktor-faktor penghambat dan penunjang pertumbuhan gereja.
Wijaya, H. (2015). Prinsip-prinsip pertumbuhan gereja berdasarkan Kisah Para Rasul.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










