Media Sosial sebagai Katalis Pemahaman Agama dan Toleransi Generasi Muda

Authors

  • Seraphine Kartolo Cyber Security, Bina Nusantara University, Indonesia
  • Nicholas Adriel Cyber Security, Bina Nusantara University, Indonesia
  • Timotius Rievaldo Paskah Cyber Security, Bina Nusantara University, Indonesia
  • Luis Armando Cyber Security, Bina Nusantara University, Indonesia
  • Andhika Permana Sagiyono Cyber Security, Bina Nusantara University, Indonesia
  • Nicholas Aldrich Piter Cyber Security, Bina Nusantara University, Indonesia
  • Oki Hermawati Character Building Development Center, Bina Nusantara University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54765/silihasah.v3i1.123

Keywords:

Literasi Digital; Toleransi Antaragama; Komunikasi Keagamaan; Dampak Media Sosial;Pemuda

Abstract

 Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam membentuk pemahaman keagamaan dan toleransi antarumat beragama di kalangan generasi muda Indonesia, yang semakin intens berinteraksi dengan wacana keagamaan melalui platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengakses pengetahuan agama, tetapi juga sebagai ruang interaksi lintas iman yang memungkinkan pertemuan berbagai perspektif. Namun, peluang tersebut berjalan beriringan dengan tantangan berupa misinformasi, konten provokatif, serta echo chamber berbasis algoritma yang berpotensi mendistorsi penafsiran ajaran agama dan memperkuat polarisasi. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu bagaimana generasi muda menafsirkan pesan-pesan keagamaan yang ditemui di media sosial, serta faktor digital dan sosial apa saja yang memengaruhi apakah keterlibatan tersebut mendorong sikap toleran atau justru memicu kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam yang didukung oleh observasi awal untuk menggali pengalaman hidup pemuka agama dan generasi muda yang aktif dalam kegiatan keagamaan serta penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan keagamaan yang positif, kemampuan berpikir kritis, serta keteladanan figur agama dan publik berperan penting dalam memperkuat perspektif keagamaan yang moderat dan meningkatkan keterbukaan antariman. Sebaliknya, rendahnya literasi digital dan paparan informasi yang homogen berkontribusi terhadap kesalahpahaman serta terbatasnya dialog lintas agama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara praktik digital generasi muda dan perspektif otoritas keagamaan, sehingga memberikan pemahaman kontekstual mengenai dinamika komunikasi keagamaan di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat mendorong harmoni antarumat beragama dan pendalaman pemahaman agama apabila didukung oleh produksi konten yang etis dan literasi digital yang kuat.

References

Annisa Nurul Amara. (2025, September 8). OJK: Literasi digital Gen Z Indonesia 62%, paling rendah dibandingkan negara ASEAN. Bisnis.Com.

Chen, H.-T. (2018). Spiral of silence on social media and the moderating role of disagreement and publicness in the network: Analyzing expressive and withdrawal behaviors. New Media & Society, 20(10), 3917–3936. https://doi.org/10.1177/1461444818763384

Kytle, J., & Bandura, A. (1978). Social Learning Theory. Contemporary Sociology, 7(1), 84. https://doi.org/10.2307/2065952

Maulidya, R., Mengge, B., & Raf, N. (2025). Religious Literacy in the Digital Era: Building Global Resilience Through the Transformation of Faith Communities (pp. 194–205). https://doi.org/10.2991/978-94-6463-680-2_16

Papacharissi, Z. , & R. A. (2000). Predictors_of_Internet_Use. Journal of Broadcasting & Electronic Media, 44, 175–196.

Pettigrew, T. F., & Tropp, L. R. (2006). A meta-analytic test of intergroup contact theory. Journal of Personality and Social Psychology, 90(5), 751–783. https://doi.org/10.1037/0022-3514.90.5.751

Rahmawati, D. (2020). Risiko Polarisasi Algoritma Media Sosial: Kajian terhadap Kerentanan Sosial dan Ketahanan Bangsa. Jurnal Lemhannas RI, 6(1), 37–50.

Ramazan, T., Rauf, M. M., & Farrukh, M. (2023). Spiral of Silence and Social Media Platforms: Investigating The Role of Religiosity. Journal of Social & Organizational Matters, 2(2), 59–72. https://doi.org/10.56976/jsom.v2

Ruggiero, T. E. (n.d.). Uses and Gratifications Theory in the 21st Century.

Shrum, L. J. (2017). Cultivation Theory: Effects and Underlying Processes. In The International Encyclopedia of Media Effects (pp. 1–12). wiley. https://doi.org/10.1002/9781118783764.wbieme0040

Sunstein, C. R. (2017). Book Reviews #Republic: Divided Democracy in the Age of Social Media. https://academic.oup.com/joc/article-abstract/67/6/E12/4753856

Tendean, B. J. K., Panditya, C. B., & Mukti, J. E. (n.d.). Fenomena Influencer Keagamaan Dalam Perubahan Gaya Baragama Anak Muda di Indonesia (Vol. 3, Number 01).

Terren, L., & Borge, R. (2021). Echo Chambers on Social Media: A Systematic Review of the Literature. Review of Communication Research, 9, 1–39. https://doi.org/10.12840/ISSN.2255-4165.028

Van Assche, J., Swart, H., Schmid, K., Dhont, K., Al Ramiah, A., Christ, O., Kauff, M., Rothmann, S., Savelkoul, M., Tausch, N., Wölfer, R., Zahreddine, S., Saleem, M., & Hewstone, M. (2023). Intergroup contact is reliably associated with reduced prejudice, even in the face of group threat and discrimination. American Psychologist, 78(6), 761–774. https://doi.org/10.1037/amp0001144

Downloads

Published

2026-05-10

How to Cite

Kartolo, S., Adriel, N., Paskah, T. R., Armando, L., Sagiyono, A. P., Piter, N. A., & Hermawati, O. (2026). Media Sosial sebagai Katalis Pemahaman Agama dan Toleransi Generasi Muda. Jurnal Silih Asah, 3(1), 63–75. https://doi.org/10.54765/silihasah.v3i1.123

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.